main31 main2 main23
Company News
General News
Issuer News
Capital Market News
IDX Announcement
IHSG pecah rekor lagi di akhir sesi I
06-11-2017 12:30 (investasi.kontan.co.id)

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali pecah rekor pada akhir sesi I perdagangan. Senin (6/11) pukul 12.00 WIB, IHSG menutup sesi I dengan kenaikan 8 poin atau 0,13% ke level 6.057,054. Berdasarkan data RTI, nilai kapitalisasi pasar bursa mencapai Rp 6.712 triliun.

Meski indeks menguat, enam dari 10 esktor justru turun. Hanya empat sektor yang menguat. Kenaikan tertinggi tampak pada sektor industri dasar sebesra 1%. Sektor keuangan menguat 0,81%. Sektor infrastruktur naik 0,41% dan sektor konstruksi menanjak 0,29%.

Enam sektor menurun dengan penurunan terbesar pada sektor pertambangan 0,70%. Sektor perdagangan dan jasa terkoreksi 0,66%. Sektor barang konsumer merosot 0,59%.

Sedangkan sektor perkebunan tergers 0,17%. Sektor manufaktur turun 0,15%. Sektor aneka industri melorot 0,05%.

Volume transaksi bursa mencapai 5,10 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 3,25 triliun. SEbanyak 159 saham menguat, 141 saham turun, dan 117 saham bergerak mendatar.

Tiga saham dengan persentase kenaikan tertinggi pada indeks LQ45 adalah saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) yang menguat 2,81%, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) 2,34%, dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) 1,72%.

Sedangkan tiga saham top losers hingga tengah hari ini adalah PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang harganya turun 2,26%, PT Hanson International Tbk (MYRX) 1,77%, dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) 1,35%.

Pemodal asing mencatatkan pembelian bersih Rp 84,62 miliar. Tapi untuk keseluruhan pasar, investor asing mencatat jual bersih Rp 52,14 miliar. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan pembelian bersih asing terbesar, yakni Rp 48,6 miliar disusul PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 36,4 miliar, dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) Rp 34,5 miliar.

Penjualan bersih asing tertinggi adalah saham PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE) Rp 197,6 miliar PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) Rp 35,7 miliar, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 16,4 miliar.