main31 main2 main23
Company News
General News
Issuer News
Capital Market News
IDX Announcement
IHSG cetak rekor baru meski hanya naik tipis
03-11-2017 17:00 (investasi.kontan.co.id)

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Berkebalikan dengan perdagangan kemarin, Jumat (3/11), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona hijau meski seharian ini terus bergerak menurun. IHSG menguat tipis 8,43 poin atau 0,14% ke 6.039,54. Ini adalah rekor tertinggi baru IHSG. Rekor baru ini hanya 1,4 poin lebih tinggi dari rekor sebelumnya pada Rabu (1/11).

IHSG menguat sejak satu jam sebelum penutupan perdagangan. Total volume bursa mencapai 14,32 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 9,04 triliun.

Sebanyak enam sektor menguat dengan kenaikan tertinggi pada sektor barang konsumer yang naik 1,70% dan sektor manufaktur 1,04%. Empat sektor menguat di bawah 1%.

Keempat sektor ini adalah sektor infrastruktur yang naik 0,88%, sektor perkebunan 0,57%, sektor industri dasar 0,45%, dan sektor konstruksi 0,40%.

Empat sektor melemah dengan penurunan terbesar pada sektor perdagangan dan jasa 1,50%. Sektor keuangan terkoreksi 0,60%. Sektor aneka industri turun 0,51%, dan sektor pertambangan 0,36%.

Pada indeks LQ45, saham PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatatkan kenaikan tertingig, yakni 3,56%. Harga saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM) pun menyusul sebagai top gainers dengan kenaikan masing-masing 2,61% dan 2,33%.

Pada deretan top losers tampak saham PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) yang turun 3,94%, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan penurunan 2,92%, dan saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) 2,73%.

Pemodal asing kembali mencatatkan penjualan bersih Rp 227,83 miliar di pasar reguler dan Rp 593 miliar di seluruh pasar. Penjualan bersih asing terbesar adalah saham PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) Rp 401,3 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) Rp 140,5 miliar, dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) Rp 65,7 miliar.

Sedangkan asing masih mencatatkan pembelian bersih pada saham PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) Rp 119,9 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 60,1 miliar, dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM) Rp 51,5 miliar.